Tanam benang hidung atau nose thread lift dapat menyebabkan efek samping seperti bengkak, kemerahan, memar, dan nyeri pada area tindakan. Sebagian reaksi tersebut dapat bersifat sementara. Namun, prosedur ini juga memiliki risiko komplikasi lain, termasuk infeksi, benang terlihat atau keluar dari kulit, ketidakteraturan kontur, serta peradangan yang menetap.
Karena itu, prosedur nose thread lift tidak tepat disebut 100% aman atau bebas risiko hanya karena tidak melibatkan operasi rhinoplasty.
Sebuah penelitian mengenai komplikasi thread rhinoplasty yang diterbitkan dalam Journal of Cosmetic Dermatology mendokumentasikan masalah seperti infeksi, thread extrusion, chronic inflammation, dan dimpling.
Penelitian tersebut melibatkan pasien yang datang karena mengalami komplikasi, sehingga tidak dapat digunakan untuk memperkirakan persentase risiko pada semua orang yang menjalani nose thread lift.
Informasi ini penting bagi siapa pun yang sedang mempertimbangkan tanam benang hidung, maupun pasien yang ingin mengenali gejala setelah tindakan.
Apa Itu Tanam Benang Hidung?
Tanam benang hidung adalah prosedur estetika non-bedah yang menggunakan benang medis untuk memberikan penopang dan perubahan kontur pada jaringan hidung.
Benang dimasukkan melalui titik akses menggunakan instrumen khusus dengan teknik yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Pada pasien tertentu, prosedur ini dapat membantu memberikan perubahan ringan pada tampilan batang atau ujung hidung.
Namun, berbeda dari rhinoplasty, nose thread lift tidak dirancang untuk mengubah struktur tulang atau tulang rawan secara besar dan permanen.
Walaupun tindakan ini tidak memerlukan operasi terbuka, tetap terdapat trauma jaringan, risiko inflamasi, dan kemungkinan komplikasi.
Efek Samping yang Lebih Umum Setelah Nose Thread Lift
1. Bengkak
Bengkak dapat terjadi akibat respons jaringan setelah penempatan benang.
Pada sebagian pasien, pembengkakan mulai membaik dalam beberapa hari.
Namun, tingkat pembengkakan berbeda berdasarkan area, teknik, dan respons tubuh.
Bengkak yang semakin berat atau muncul bersama nyeri yang meningkat harus dievaluasi, bukan dianggap sebagai proses pemulihan biasa.
2. Memar
Memar dapat terjadi ketika pembuluh darah kecil mengalami cedera selama prosedur.
dan Memar ringan tidak selalu menandakan komplikasi serius.
Namun, memar yang luas, disertai perubahan warna kulit yang tidak biasa, atau gejala lain memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
3. Nyeri atau Tenderness
Rasa tidak nyaman setelah anestesi hilang dapat muncul di sekitar area yang ditreatment.
Nyeri ringan yang berangsur membaik berbeda dari nyeri berat, nyeri yang terus meningkat, atau nyeri yang muncul kembali setelah kondisi sempat membaik.
Pola perubahan gejala merupakan bagian penting dari evaluasi.
4. Kemerahan
Kemerahan ringan dapat berkaitan dengan respons setelah jarum atau instrumen melewati jaringan.
Namun, kemerahan yang meluas, terasa panas, disertai pembengkakan progresif, atau nanah dapat mengarah pada komplikasi seperti infeksi.
Apa Saja Komplikasi Tanam Benang Hidung yang Perlu Diwaspadai?
1. Infeksi Setelah Tanam Benang Hidung
Infeksi merupakan salah satu komplikasi penting pada thread rhinoplasty.
ini juga Infeksi dapat muncul dengan gejala:
- kemerahan yang semakin meluas,
- pembengkakan yang bertambah,
- area terasa panas,
- nyeri yang meningkat,
- keluarnya cairan atau nanah,
- atau demam.
Pada beberapa kasus, infeksi dapat melibatkan jaringan di sekitar benang.
Penelitian Complications Following Thread Rhinoplasty melaporkan infeksi sebagai komplikasi yang paling sering ditemukan pada 30 pasien yang datang untuk mendapatkan penanganan komplikasi.
Namun, angka tersebut bukan berarti infeksi terjadi pada hampir setengah dari seluruh prosedur tanam benang hidung.
Kasus-kasus yang membutuhkan konsultasi karena komplikasi memang memiliki karakter berbeda dari populasi seluruh pasien.
Jika dicurigai terdapat infeksi, pasien harus mendapatkan evaluasi dokter. Penanganannya dapat bergantung pada tingkat infeksi dan kondisi material benang.
Sumber: Complications Following Thread Rhinoplasty.
2. Benang Hidung Keluar atau Terlihat
Komplikasi ini dikenal sebagai thread extrusion atau thread exposure.
Kondisi tersebut dapat terjadi ketika bagian benang terlihat atau menembus permukaan jaringan.
Tandanya dapat mencakup:
- munculnya ujung benang,
- benang terasa sangat dekat dengan permukaan kulit,
- area yang sulit sembuh,
- atau munculnya luka di sekitar jalur benang.
Benang yang terlihat tidak boleh ditarik, dipotong, atau didorong kembali sendiri.
Tindakan tersebut berpotensi menyebabkan trauma tambahan atau memperburuk infeksi.
Evaluasi diperlukan untuk mengetahui lokasi benang dan menentukan penanganan.
3. Hidung Menjadi Tidak Simetris
Asimetri dapat terlihat setelah tindakan karena beberapa kemungkinan.
Misalnya:
- pembengkakan yang tidak merata,
- perubahan posisi jaringan,
- penopang yang berbeda pada kedua sisi,
- atau ketidaksesuaian treatment dengan anatomi.
Asimetri ringan segera setelah tindakan belum tentu menunjukkan kegagalan prosedur karena masih terdapat efek pembengkakan.
Namun, jika perbedaan bentuk menetap atau bertambah jelas, pemeriksaan dokter diperlukan.
4. Dimpling atau Permukaan Tidak Rata
Dimpling adalah kondisi ketika terdapat lekukan atau tarikan yang tidak diinginkan pada kulit.
Pada thread lifting, hal ini dapat berhubungan dengan interaksi benang dan jaringan atau tension yang tidak sesuai.
Pada hidung, permukaan kulit yang relatif tipis di area tertentu dapat membuat ketidakteraturan kontur lebih terlihat.
Penanganan dimpling harus mempertimbangkan posisi benang, karakter jaringan, dan waktu sejak tindakan.
5. Peradangan yang Menetap
Inflamasi merupakan bagian dari respons biologis setelah tindakan, tetapi peradangan yang berkepanjangan bukan sesuatu yang sebaiknya diabaikan.
Pada beberapa pasien, chronic inflammation dapat muncul bersama benjolan, nyeri, kemerahan, atau keluhan lainnya.
Dokter perlu membedakan respons penyembuhan biasa dari komplikasi yang memerlukan intervensi.
6. Komplikasi Jaringan yang Lebih Berat
Laporan kasus infeksi setelah rhinoplasty menggunakan benang PDO telah mendokumentasikan abses, luka terbuka, dan kerusakan kulit pada sejumlah pasien.
Komplikasi seperti ini tidak menggambarkan perjalanan normal sebagian besar pasien, tetapi membuktikan bahwa prosedur tidak bebas risiko.
Sumber: Skin Infection After Rhinoplasty With PDO Threads.
Apakah Semua Benjolan Setelah Tanam Benang Berbahaya?
Tidak selalu.
Benjolan dapat mempunyai penyebab berbeda, termasuk pembengkakan, posisi material, atau respons jaringan.
Namun, benjolan yang:
- bertambah besar,
- terasa sangat nyeri,
- disertai perubahan warna,
- mengeluarkan cairan,
- atau muncul setelah periode pemulihan sebelumnya berjalan baik,
perlu diperiksa secara langsung.
Jangan memijat, menekan, atau mencoba mengeluarkan material tanpa instruksi dokter.
Bagaimana Membedakan Pemulihan Biasa dengan Tanda Bahaya?
Perhatikan perbedaannya berikut ini.
| Kondisi yang dapat muncul setelah tindakan | Kondisi yang membutuhkan evaluasi segera |
|---|---|
| Bengkak ringan dan berangsur membaik | Bengkak cepat membesar atau semakin nyeri |
| Memar ringan yang mulai memudar | Perubahan warna kulit yang mencurigakan |
| Tenderness yang berkurang bertahap | Nyeri berat atau semakin meningkat |
| Kemerahan lokal yang membaik | Kemerahan meluas, panas, nanah, atau demam |
| Bentuk belum stabil karena swelling | Benang keluar, luka terbuka, atau perubahan bentuk progresif |
Tabel ini bukan alat diagnosis mandiri. Jika ragu terhadap kondisi hidung setelah prosedur, segera hubungi dokter.
Apakah Risiko Bisa Dihilangkan dengan Memilih Benang yang Bagus?
Tidak sepenuhnya.
Kualitas material merupakan salah satu pertimbangan, tetapi hasil dan risiko juga dipengaruhi oleh:
- kondisi pasien,
- anatomi hidung,
- sterilitas,
- teknik,
- kedalaman penempatan,
- riwayat prosedur sebelumnya,
- dan penanganan setelah tindakan.
Bahkan prosedur yang dilakukan dengan perencanaan baik tetap dapat memiliki komplikasi.
Karena itu, lebih tepat membicarakan pengelolaan risiko daripada menjanjikan tidak akan ada efek samping.
Bagaimana Mengurangi Risiko Tanam Benang Hidung?
Konsultasi Sebelum Treatment
Dokter perlu mengetahui tujuan pasien serta riwayat tindakan pada hidung.
Jika pernah melakukan filler, operasi, atau tanam benang sebelumnya, informasi tersebut harus disampaikan.
Evaluasi Kesehatan dan Kondisi Kulit
Infeksi aktif atau kondisi jaringan tertentu dapat menjadi alasan untuk menunda tindakan.
Keputusan dilakukan berdasarkan evaluasi dokter dan ketentuan material atau prosedur yang digunakan.
Memahami Keterbatasan Treatment
Tidak setiap bentuk hidung dapat diperbaiki dengan benang.
Memaksakan perubahan struktural besar melalui metode non-bedah dapat meningkatkan kemungkinan hasil yang tidak sesuai harapan.
Mengikuti Aftercare
Hindari tekanan atau manipulasi yang tidak perlu pada hidung selama periode yang ditentukan dokter.
Gunakan obat sesuai resep dan jangan menghentikan atau menambahkan obat sendiri tanpa konsultasi.
Follow-Up
Kontrol memungkinkan dokter mengevaluasi proses penyembuhan serta menangani lebih dini kondisi yang tidak diharapkan.
Apakah Tanam Benang Hidung Gagal Harus Selalu Dioperasi?
Tidak selalu.
Penanganan bergantung pada penyebab masalah.
Pembengkakan sementara tidak ditangani dengan pendekatan yang sama seperti infeksi atau benang yang keluar.
Dalam kasus komplikasi tertentu, dokter mungkin mempertimbangkan pengangkatan benang atau tindakan lain.
Karena itu, jangan langsung menyimpulkan seluruh kasus membutuhkan operasi ulang.
Tetapi jangan pula menunda pemeriksaan karena berharap semua komplikasi akan sembuh dengan sendirinya.
Nose Thread Lift di Insta Beauty Center
Insta Beauty Center menyediakan layanan aesthetic treatment termasuk Nose Thread Lift dan Face Contouring.
Pendekatan treatment sebaiknya dimulai dengan mengevaluasi bentuk hidung, kualitas jaringan, riwayat prosedur, serta target perubahan yang realistis.
dr. Rudy Adiputra, MARS, M. Biomed (AAM), M.H. memiliki fokus pada Face Contouring dengan filosofi Natural Look dan Facial Harmony, serta berpraktik di Insta Beauty Center Senopati.
Bagi pasien yang ingin menjalani nose thread lift, konsultasi diperlukan untuk memahami apakah prosedur sesuai dengan kebutuhan serta apa saja risiko dan keterbatasannya.
Kesimpulan
Efek samping tanam benang hidung dapat berupa bengkak, kemerahan, memar, dan nyeri.
Sementara itu, komplikasi yang lebih serius dapat mencakup infeksi, benang terlihat atau keluar, chronic inflammation, serta perubahan kontur yang tidak diinginkan.
Walaupun prosedur ini bersifat minimally invasive, tetap terdapat risiko yang perlu dijelaskan sebelum tindakan.
Prinsip pentingnya adalah pahami indikasi, pilih tindakan berdasarkan assessment, dan jangan mengabaikan gejala yang tidak biasa setelah prosedur.
Jika mengalami nyeri berat, kemerahan yang terus meningkat, keluar nanah, luka terbuka, atau benang yang terlihat, segera cari evaluasi medis.
Untuk mengetahui manfaat dan risiko nose thread lift sesuai kondisi hidung Anda, jadwalkan konsultasi dengan dokter Insta Beauty Center sebelum memutuskan treatment.