Face Countouring, Insta Beauty Center, TIPS TREATMENT

Full-Face Assessment: Kenapa Treatment Tidak Bisa Hanya Fokus pada Satu Area?

Full-face assessment adalah evaluasi wajah secara menyeluruh sebelum treatment.

Dokter tidak hanya melihat area yang dikeluhkan, tetapi hubungan antara skin quality, volume, muscle activity, fat distribution, structure, proportion, symmetry, laxity, expression, dan treatment history.

Satu concern dapat mempunyai banyak penyebab. Jawline kurang tegas dapat berasal dari chin

projection, masseter, double chin, jowl, skin laxity, atau kombinasi. Karena itu, solusi tidak otomatis

filler jawline.

Skin quality

Tone, texture, hydration, pigmentasi, scar, fine lines, dan firmness dinilai sebagai satu domain. Skin

quality berbeda dari structural contour.

Pasien dapat memiliki skin quality baik tetapi volume loss, atau sebaliknya.

Shape dan proportion

Forehead, midface, lower face, nose, lips, chin, cheek, dan jawline saling memengaruhi perception.

Golden ratio tidak perlu dijadikan formula kaku; anatomy, ethnicity, culture, dan individual identity

perlu dihargai.

Volume dan fat distribution

Dokter menilai localized hollowing, cheek support, temple, lower-face heaviness, jowls, dan

submental fat.

Ini mencegah volume ditambahkan pada area yang sebenarnya tidak kekurangan volume.

Muscle activity dan expression

Assessment dilakukan saat wajah diam dan bergerak. Frontalis, corrugator, masseter, dan otot lain

memengaruhi dynamic lines dan contour.

Natural result perlu terlihat natural saat tersenyum, berbicara, dan berekspresi.

Treatment history

Filler lama, collagen stimulator, Botox, thread, HIFU, laser, dan prosedur sebelumnya dapat

mengubah anatomy klinis.

Riwayat lengkap membantu mencegah unnecessary top-up dan overfilled appearance.

Full-face assessment bukan full-face treatment

Menilai seluruh wajah dapat berujung pada keputusan hanya melakukan satu treatment kecil atau

bahkan menunda treatment.

Prinsip yang sehat adalah Concern -> Root Cause -> Assessment -> Minimum Appropriate Treatment

-> Reassessment.

Kesimpulan

Inti artikel ini adalah bahwa full face assessment tidak sebaiknya dipahami sebagai keputusan

treatment yang berdiri sendiri. Pendekatan IBC perlu tetap mengikuti Concern -> Possible Cause ->

Assessment -> Treatment Option, dengan fokus pada Natural Look, Facial Harmony, Personalized

Treatment, dan hasil yang realistis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *