Full-face assessment adalah evaluasi wajah secara menyeluruh sebelum treatment.
Dokter tidak hanya melihat area yang dikeluhkan, tetapi hubungan antara skin quality, volume, muscle activity, fat distribution, structure, proportion, symmetry, laxity, expression, dan treatment history.
Satu concern dapat mempunyai banyak penyebab. Jawline kurang tegas dapat berasal dari chin
projection, masseter, double chin, jowl, skin laxity, atau kombinasi. Karena itu, solusi tidak otomatis
filler jawline.
Skin quality
Tone, texture, hydration, pigmentasi, scar, fine lines, dan firmness dinilai sebagai satu domain. Skin
quality berbeda dari structural contour.
Pasien dapat memiliki skin quality baik tetapi volume loss, atau sebaliknya.
Shape dan proportion
Forehead, midface, lower face, nose, lips, chin, cheek, dan jawline saling memengaruhi perception.
Golden ratio tidak perlu dijadikan formula kaku; anatomy, ethnicity, culture, dan individual identity
perlu dihargai.
Volume dan fat distribution
Dokter menilai localized hollowing, cheek support, temple, lower-face heaviness, jowls, dan
submental fat.
Ini mencegah volume ditambahkan pada area yang sebenarnya tidak kekurangan volume.
Muscle activity dan expression
Assessment dilakukan saat wajah diam dan bergerak. Frontalis, corrugator, masseter, dan otot lain
memengaruhi dynamic lines dan contour.
Natural result perlu terlihat natural saat tersenyum, berbicara, dan berekspresi.
Treatment history
Filler lama, collagen stimulator, Botox, thread, HIFU, laser, dan prosedur sebelumnya dapat
mengubah anatomy klinis.
Riwayat lengkap membantu mencegah unnecessary top-up dan overfilled appearance.
Full-face assessment bukan full-face treatment
Menilai seluruh wajah dapat berujung pada keputusan hanya melakukan satu treatment kecil atau
bahkan menunda treatment.
Prinsip yang sehat adalah Concern -> Root Cause -> Assessment -> Minimum Appropriate Treatment
-> Reassessment.
Kesimpulan
Inti artikel ini adalah bahwa full face assessment tidak sebaiknya dipahami sebagai keputusan
treatment yang berdiri sendiri. Pendekatan IBC perlu tetap mengikuti Concern -> Possible Cause ->
Assessment -> Treatment Option, dengan fokus pada Natural Look, Facial Harmony, Personalized
Treatment, dan hasil yang realistis.