Wajah cekung setelah berat badan turun dapat terjadi karena berkurangnya volume lemak wajah, perubahan jaringan penopang, serta kulit yang tampak lebih kendur. Kondisi ini sering terlihat pada pipi, pelipis, bawah mata, atau area sekitar mulut. Pada pasien tertentu, treatment seperti filler, collagen stimulator, atau skin tightening dapat dipertimbangkan sesuai penyebabnya.
Penurunan berat badan merupakan bagian dari perjalanan kesehatan bagi banyak orang. Namun, ada kalanya setelah tubuh menjadi lebih ramping, wajah justru terlihat lebih kurus, lelah, atau lebih tua dari sebelumnya.
Apakah ini berarti diet membuat wajah mengalami penuaan?
Tidak sesederhana itu.
Yang terjadi dapat berupa perubahan volume dan proporsi wajah. Perubahan tersebut mungkin lebih terlihat ketika seseorang mengalami penurunan berat badan yang cukup besar.
Mengapa Wajah Bisa Terlihat Cekung Setelah Berat Badan Turun?
Wajah memiliki beberapa kompartemen lemak yang berperan dalam membentuk kontur.
Lemak ini tidak hanya membuat wajah terlihat penuh. Kompartemen lemak juga menjadi bagian dari struktur jaringan lunak yang memengaruhi bentuk pipi, pelipis, dan transisi antarbagiannya.
Ketika berat badan turun, sebagian volume lemak wajah juga dapat berkurang.
Perubahan tersebut dapat membuat tulang pipi lebih menonjol, area bawah mata terlihat cekung, atau wajah tampak kehilangan fullness.
Systematic review mengenai perubahan wajah setelah penurunan berat badan besar menemukan bahwa area mid-cheek dapat mengalami pengurangan volume, sementara kulit leher dapat menunjukkan peningkatan laxity.
Namun, respons setiap orang berbeda. Genetik, usia, anatomi, kondisi kulit, dan jumlah berat badan yang berkurang ikut memengaruhi hasilnya.
Apa Saja Perubahan Wajah yang Bisa Terjadi?
1. Pipi Terlihat Lebih Kempot
Saat volume pipi berkurang, area midface dapat terlihat lebih datar.
Pada sebagian orang, hal ini membuat kontur tulang pipi semakin jelas.
Namun, bila volume berkurang cukup banyak, wajah juga dapat terlihat lebih hollow.
2. Pelipis Terlihat Cekung
Pelipis merupakan salah satu bagian yang berkontribusi terhadap transisi antara dahi dan pipi.
Jika area tersebut terlihat kehilangan volume, wajah bagian atas dapat tampak lebih kurus.
Namun, pelipis cekung juga bisa merupakan karakter anatomi bawaan, bukan selalu akibat penurunan berat badan.
3. Bawah Mata Terlihat Lebih Gelap
Berkurangnya volume pada area wajah tertentu dapat memperjelas bayangan di bawah mata.
Akibatnya, seseorang mungkin merasa mempunyai mata panda meskipun sudah cukup tidur.
Penting untuk membedakan bayangan akibat hollowing dari pigmentasi atau faktor pembuluh darah.
4. Smile Line Terlihat Lebih Dalam
Perubahan volume midface dapat memengaruhi bagaimana lipatan nasolabial atau smile line terlihat.
Namun, smile line juga dipengaruhi anatomi, ekspresi, dan perubahan jaringan akibat aging.
Karena itu, mengisi garis senyum secara langsung belum tentu menjadi treatment yang paling relevan.
5. Kulit Terlihat Lebih Kendur
Ketika volume jaringan berkurang, kulit dapat tampak lebih longgar pada beberapa area.
Hal ini lebih mungkin terlihat jika terdapat penurunan berat badan yang besar atau elastisitas kulit sebelumnya sudah berkurang.
Apakah Wajah Cekung Setelah Diet Berarti Kehilangan Kolagen?
Tidak selalu.
Wajah terlihat cekung lebih langsung berkaitan dengan perubahan volume dan struktur jaringan.
Sementara itu, kolagen dan elastin berperan dalam kualitas serta kekencangan kulit.
Keduanya dapat terjadi bersamaan, tetapi merupakan masalah yang berbeda.
Seseorang bisa mempunyai skin quality yang baik namun volume pipinya berkurang.
Sebaliknya, orang lain dapat mempunyai volume wajah yang cukup, tetapi kulit terlihat kurang kencang.
Karena itulah treatment tidak boleh langsung dipilih hanya berdasarkan kata wajah cekung.
Apakah Berat Badan Perlu Dinaikkan Lagi?
Tidak semua orang perlu menaikkan berat badan hanya karena wajah terlihat lebih kurus.
Jika berat badan sudah berada pada kondisi yang sehat, keputusan kesehatan sebaiknya tidak semata-mata ditentukan oleh estetika wajah.
Selain itu, penambahan berat badan tidak dapat menjamin volume kembali pada area wajah tertentu dengan proporsi yang diinginkan.
Jika penurunan berat badan tidak direncanakan atau berlangsung cepat tanpa penyebab yang jelas, penting untuk melakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu.
Bagi pasien yang sedang menjalani program pengelolaan berat badan, diskusikan perubahan tersebut dengan dokter yang menangani.
Treatment Apa yang Bisa Dipertimbangkan?
Tidak ada satu prosedur yang paling sesuai untuk seluruh pasien.
Filler untuk Kehilangan Volume Tertentu
Hyaluronic acid filler dapat dipertimbangkan ketika terdapat localized volume loss.
Contohnya pada area pipi atau pelipis sesuai kebutuhan struktur wajah.
Filler memberikan volume secara langsung, tetapi tidak memperbaiki seluruh faktor skin laxity.
Penambahan filler berlebihan juga dapat menghasilkan kontur yang kurang natural.
Collagen Stimulator seperti Sculptra
Sculptra menggunakan poly-L-lactic acid atau PLLA yang bekerja dengan merangsang pembentukan kolagen secara bertahap.
Pada pasien tertentu, treatment ini dapat dipertimbangkan ketika tujuan perawatan berkaitan dengan tissue remodeling atau perubahan volume yang sesuai indikasi.
Namun, Sculptra tidak secara otomatis menggantikan volume lemak yang hilang, dan responsnya dapat berbeda pada setiap pasien.
Ellansé untuk Structural Support Tertentu
Ellansé merupakan injectable berbasis PCL yang mempunyai komponen structural support dan collagen stimulation.
Treatment dapat menjadi salah satu opsi pada indikasi tertentu, tetapi pemilihan produk harus mempertimbangkan anatomi serta karakter materialnya.
Ellansé tidak memiliki reversibility seperti filler hyaluronic acid.
HIFU untuk Skin Laxity
Jika masalah utama adalah kulit yang kehilangan kekencangan, HIFU dapat dipertimbangkan pada pasien dengan mild-to-moderate laxity.
Namun, HIFU tidak menambah volume yang hilang.
Pada wajah yang sudah sangat kurus, dokter juga perlu berhati-hati dalam memilih area dan parameter treatment.
Thread Lift untuk Tissue Descent
Pada pasien tertentu yang mengalami penurunan posisi jaringan, Thread Lift mungkin dipertimbangkan.
Tetapi jika masalah utamanya adalah volume loss, tindakan lifting saja belum tentu memberikan hasil yang sesuai.
Filler atau Collagen Stimulator, Mana yang Lebih Cocok?
Perbedaannya terletak pada target perawatan.
| Kondisi dominan | Pilihan yang dapat dievaluasi |
|---|---|
| Localized volume loss | Filler HA |
| Tissue aging dan kebutuhan biostimulation | Collagen stimulator |
| Skin laxity ringan–sedang | HIFU atau treatment tightening lain |
| Tissue descent tertentu | Thread Lift |
| Kombinasi volume loss dan laxity | Perencanaan bertahap berdasarkan assessment |
Tabel ini bukan diagnosis maupun rekomendasi tindakan otomatis.
Pada pasien dengan kehilangan volume yang besar, prosedur non-bedah juga mempunyai keterbatasan.
Mengapa Tidak Semua Bagian Wajah Perlu Diisi?
Ada kecenderungan menganggap wajah yang terlihat kurus harus dibuat lebih penuh di seluruh area.
Padahal, setiap bagian wajah memiliki fungsi dan proporsi berbeda.
Mengisi terlalu banyak area dapat membuat wajah terlihat puffy atau kehilangan definisi.
Dalam Face Contouring, dokter perlu memperhatikan bagaimana pipi, pelipis, dagu, jawline, dan bagian lain saling berhubungan.
Tujuannya bukan mengembalikan wajah menjadi penuh sebanyak mungkin, tetapi membantu menjaga keseimbangan proporsi.
Wajah Cekung Setelah Diet di Insta Beauty Center
Di Insta Beauty Center, perubahan kontur setelah penurunan berat badan dapat dievaluasi melalui pendekatan Full-Face Assessment.
Dokter mempertimbangkan apakah masalah utama berasal dari volume loss, skin laxity, perubahan jaringan, atau kombinasi.
dr. Rudy Adiputra, MARS, M. Biomed (AAM), M.H., pemilik Insta Beauty Center, berfokus pada Face Contouring dan Collagen Stimulator dengan filosofi Natural Look serta Facial Harmony.
Dalam praktiknya di IBC Senopati, konsultasi dapat membantu menentukan apakah treatment memang diperlukan dan pilihan apa yang relevan dengan kondisi individual pasien.
Kesimpulan
Wajah cekung setelah berat badan turun tidak selalu berarti kulit mengalami penuaan lebih cepat.
Perubahan tersebut dapat berasal dari berkurangnya volume jaringan, perubahan kontur, serta skin laxity yang menjadi lebih terlihat.
Pilihan treatment seperti filler, Sculptra, Ellansé, HIFU, atau Thread Lift mempunyai fungsi berbeda dan perlu disesuaikan dengan indikasi.
Jika wajah terlihat lebih cekung atau kehilangan definisi setelah penurunan berat badan, konsultasikan dengan dokter Insta Beauty Center untuk mengetahui penyebabnya sebelum memilih treatment.