HIFU dan Thread Lift sama-sama dapat dipertimbangkan untuk membantu memperbaiki jawline yang mulai kendur, tetapi cara kerjanya berbeda. HIFU menggunakan energi ultrasound terfokus untuk memicu respons pengencangan dan pembentukan kolagen. Sementara itu, Thread Lift menggunakan benang medis untuk memberikan penopang dan reposisi mekanis pada jaringan tertentu.
Jika masalah dominan berasal dari penurunan kekencangan kulit, HIFU mungkin menjadi salah satu opsi. Namun, jika terdapat jaringan yang mulai turun dan membutuhkan reposisi ringan, Thread Lift dapat dipertimbangkan pada pasien yang sesuai.
Keduanya bukan pengganti operasi facelift untuk kondisi kekenduran yang berat.
Karena itu, keputusan treatment sebaiknya ditentukan dari penyebab jawline yang kehilangan definisi, bukan berdasarkan treatment mana yang sedang populer.
Mengapa Jawline Bisa Terlihat Kendur?
Jawline merupakan garis yang membentuk batas antara wajah bagian bawah dengan leher.
Ketika masih terdefinisi dengan baik, transisi wajah dan leher terlihat lebih jelas.
Namun, perubahan kontur jawline tidak hanya disebabkan kulit kendur.
Beberapa faktor dapat berperan:
- Skin laxity atau penurunan kekencangan kulit
- Perubahan distribusi lemak
- Penurunan volume di bagian wajah tertentu
- Tissue descent atau pergeseran jaringan
- Masseter yang prominent
- Double chin
- Struktur dagu dan rahang
Karena itu, jawline yang tidak tegas tidak selalu membutuhkan treatment lifting.
Pada sebagian pasien, masalah dominan justru berada pada struktur atau distribusi volume.
Apa Itu HIFU untuk Wajah?
HIFU merupakan singkatan dari High-Intensity Focused Ultrasound.
Treatment ini menggunakan energi ultrasound yang difokuskan pada kedalaman jaringan tertentu untuk menghasilkan respons termal terkontrol.
Respons tersebut dapat memicu proses remodeling kolagen dan perbaikan kekencangan jaringan seiring waktu.
Dalam aesthetic medicine, HIFU digunakan pada pasien tertentu untuk membantu mengatasi mild-to-moderate skin laxity pada wajah dan leher.
Sebuah systematic review dan meta-analysis yang mencakup 17 studi dengan 477 peserta menemukan perbaikan moderat pada parameter rejuvenation wajah dan leher.
Namun, sebagian besar studi memiliki keterbatasan follow-up sehingga hasil jangka panjang perlu dinilai dengan hati-hati.
Apa Manfaat HIFU untuk Jawline?
Pada pasien yang sesuai, HIFU dapat membantu:
- Memperbaiki tampilan kulit yang mulai kehilangan kekencangan
- Mendukung definisi jawline pada beberapa kondisi
- Membantu peremajaan wajah bagian bawah dan leher
- Memberikan pilihan tanpa pemasangan benang atau sayatan operasi
Hasil berkembang melalui respons biologis jaringan.
Karena itu, HIFU bukan prosedur yang harus dinilai hanya berdasarkan hasil pada hari pertama.
Besarnya perubahan juga dapat lebih terbatas dibandingkan prosedur yang benar-benar memindahkan atau mengangkat jaringan.
Apa Itu Thread Lift?
Thread Lift atau tarik benang adalah prosedur minimally invasive yang menggunakan benang medis untuk membantu menopang atau mereposisi jaringan wajah.
Pada jenis benang tertentu, desain benang memungkinkan terjadinya efek mechanical lifting.
Benang absorbable juga dapat menimbulkan respons jaringan selama proses degradasi.
Namun, manfaat utamanya tidak boleh disederhanakan menjadi sekadar stimulasi kolagen.
Thread Lift berbeda dari HIFU karena melibatkan penempatan material di jaringan untuk memberikan efek mekanis.
Apa Manfaat Thread Lift untuk Jawline?
Pada pasien yang mempunyai tissue descent ringan hingga tertentu, Thread Lift dapat dipertimbangkan untuk:
- Membantu reposisi jaringan pipi yang mulai turun
- Mengurangi tampilan jowl pada kasus tertentu
- Mendukung kontur bagian bawah wajah
- Memberikan perubahan posisi jaringan yang lebih langsung dibandingkan treatment berbasis remodeling kolagen
Namun, tingkat perubahan dan ketahanannya dapat berbeda.
Tidak setiap benang atau teknik memiliki daya angkat yang sama.
Benang juga tidak dapat memperbaiki semua bentuk jawline kendur, terutama jika terdapat excess skin yang berat.
Perbedaan HIFU vs Thread Lift
| Aspek | HIFU | Thread Lift |
|---|---|---|
| Metode | Energi ultrasound terfokus | Benang medis dalam jaringan |
| Target utama | Kekencangan dan remodeling jaringan | Penopang dan reposisi mekanis |
| Prosedur | Non-invasif pada permukaan kulit | Minimally invasive |
| Perkembangan hasil | Umumnya bertahap | Komponen lifting dapat terlihat lebih awal |
| Material yang ditanam | Tidak ada benang | Ada material benang |
| Keterbatasan | Tidak secara langsung mereposisi jaringan secara mekanis | Tidak menggantikan facelift bedah |
| Risiko | Nyeri, kemerahan, edema, dan kemungkinan cedera termal atau saraf | Memar, bengkak, dimpling, benang terlihat, infeksi, atau migrasi |
Perbedaan ini menunjukkan bahwa keduanya mempunyai fungsi berbeda.
HIFU atau Thread Lift untuk Pipi Turun?
Jika pipi terlihat turun, dokter perlu menentukan penyebab utamanya.
Pada sebagian pasien, perubahan lebih dominan berupa skin laxity ringan.
HIFU dapat dipertimbangkan jika targetnya membantu meningkatkan kekencangan jaringan.
Namun, jika terdapat tissue descent atau jowl yang jelas pada pasien dengan indikasi sesuai, Thread Lift mungkin lebih relevan karena mempunyai komponen repositioning.
Tetapi jika pipi tampak turun terutama karena kehilangan volume di midface, treatment pengencangan atau benang saja mungkin tidak cukup.
Penilaian volume wajah menjadi penting sebelum menambahkan prosedur.
Apakah HIFU Bisa Membuat Wajah Lebih Tirus?
HIFU dapat memberikan perubahan visual pada kontur wajah dalam kondisi tertentu.
Namun, HIFU bukan treatment utama untuk mengecilkan otot masseter atau memperbaiki struktur tulang rahang.
Jika lower face terlihat lebar akibat masseter yang prominent, botulinum toxin mungkin lebih relevan pada pasien yang sesuai.
Jika terdapat lemak submental, treatment yang menargetkan lemak mungkin diperlukan.
Karena itu, wajah terlihat tirus bukan hasil yang dapat dijanjikan dari HIFU kepada semua pasien.
Apakah Thread Lift Lebih Cepat Mengangkat Wajah?
Karena bekerja melalui penopang mekanis, komponen perubahan posisi jaringan dapat terlihat lebih awal setelah Thread Lift.
Namun, pembengkakan pascatindakan dapat membuat penilaian awal belum akurat.
Selain itu, efek pengangkatan dapat berubah seiring proses penyembuhan dan degradasi material.
Penelitian mengenai thread lifting menunjukkan kepuasan dan efek estetika jangka panjang dapat menurun.
Jadi, hasil awal yang terlihat lebih cepat tidak otomatis berarti hasilnya lebih baik atau lebih tahan lama daripada HIFU.
HIFU vs Thread Lift: Mana yang Lebih Tahan Lama?
Tidak ada jawaban yang berlaku untuk seluruh pasien.
Durasi hasil HIFU bergantung pada teknologi, kondisi kulit, respons kolagen, dan proses aging yang terus berlangsung.
Sementara itu, durasi Thread Lift bergantung pada desain dan material benang, teknik, jaringan yang ditopang, serta respons individual.
Penelitian yang menggunakan alat, desain benang, metode pengukuran, dan populasi berbeda tidak dapat dibandingkan langsung sebagai bukti bahwa satu prosedur selalu bertahan lebih lama.
Karena itu, pasien sebaiknya mempertimbangkan indikasi dan keterbatasan treatment terlebih dahulu.
Apa Risiko HIFU?
Efek samping yang dapat muncul setelah HIFU mencakup:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman selama tindakan
- Kemerahan sementara
- Pembengkakan
- Rasa sensitif atau kesemutan sementara
- Cedera termal pada kondisi tertentu
- Gangguan saraf yang jarang tetapi perlu diwaspadai
Risiko dipengaruhi oleh teknologi, parameter, anatomi, dan teknik tindakan.
Pasien dengan kondisi medis atau implan tertentu perlu menjalani evaluasi sebelum treatment sesuai panduan perangkat.
Apa Risiko Thread Lift?
Thread Lift juga memiliki risiko, antara lain:
- Bengkak dan memar
- Nyeri
- Asimetri sementara atau menetap
- Dimpling atau permukaan kulit tertarik
- Benang terlihat atau teraba
- Benang keluar atau bergeser
- Infeksi
- Respons inflamasi
Meta-analysis pada prosedur facial thread lifting mencatat bahwa sebagian efek samping bersifat sementara, tetapi komplikasi tertentu dapat membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Karena itu, tindakan ini tidak sebaiknya dipromosikan sebagai prosedur tanpa risiko.
Apakah HIFU dan Thread Lift Bisa Dikombinasikan?
Kombinasi dapat dipertimbangkan pada pasien tertentu jika terdapat lebih dari satu faktor penyebab.
Contohnya, seseorang mengalami skin laxity sekaligus tissue descent yang membutuhkan pendekatan berbeda.
Namun, hal ini tidak berarti semua pasien perlu menjalani kedua prosedur.
Dokter harus mempertimbangkan treatment history, kondisi jaringan, urutan tindakan, interval, serta potensi interaksi treatment.
Belum ada satu protokol kombinasi yang sesuai untuk seluruh pasien.
Mengapa Full-Face Assessment Penting?
Jawline yang terlihat kendur bukan satu diagnosis.
Pada beberapa pasien, struktur dagu mempunyai peran besar terhadap tampilan profil.
Pada pasien lain, kehilangan volume cheek membuat jaringan bagian bawah terlihat lebih berat.
Sementara pasien lain mungkin mempunyai masalah utama pada kulit atau fat distribution.
Full-Face Assessment membantu dokter memahami seluruh faktor tersebut sebelum memilih HIFU, Thread Lift, filler, collagen stimulator, atau pendekatan lainnya.
HIFU dan Thread Lift di Insta Beauty Center
Insta Beauty Center mempunyai layanan aesthetic treatment yang mencakup HIFU dan Thread Lift.
Dalam pendekatan Face Contouring, treatment tidak dipilih hanya berdasarkan keinginan mendapatkan wajah lebih tirus atau kencang.
Evaluasi dapat mempertimbangkan skin quality, tissue laxity, volume, struktur dagu, lemak, dan kondisi wajah secara keseluruhan.
dr. Rudy Adiputra, MARS, M. Biomed (AAM), M.H. merupakan pemilik Insta Beauty Center dan Face Contouring Specialist dengan filosofi Natural Look serta Facial Harmony.
Prinsip tersebut mengutamakan pemilihan treatment yang memang sesuai kebutuhan individual.
Kesimpulan
HIFU dan Thread Lift mempunyai mekanisme berbeda.
HIFU lebih berorientasi pada respons pengencangan dan remodeling jaringan melalui ultrasound terfokus.
Thread Lift memberikan penopang dan reposisi mekanis pada jaringan tertentu melalui benang medis.
Tidak ada satu treatment yang paling baik untuk seluruh pasien dengan jawline kendur.
Keputusan lebih tepat dimulai dengan mengetahui apakah penyebabnya skin laxity, tissue descent, volume loss, fat distribution, atau kombinasi.
Jika jawline mulai terlihat kurang tegas, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Insta Beauty Center untuk mengetahui apakah HIFU, Thread Lift, atau treatment lain yang lebih relevan dengan kondisi wajah Anda.