Bruxism, Double Chin, double Chin, Double Chin, Double Fix, Face Countouring, Insta Beauty Center

Double Chin: Penyebab dan Treatment Non-Bedah yang Bisa Dipertimbangkan

Double chin atau fullness di bawah dagu tidak selalu disebabkan berat badan berlebih. Tampilan dagu berlipat dapat dipengaruhi oleh penumpukan lemak submental, kulit yang mulai kendur, perubahan jaringan akibat aging, anatomi leher dan dagu, hingga kombinasi beberapa faktor.

Karena itu, treatment double chin sebaiknya tidak langsung ditentukan hanya berdasarkan apa yang terlihat di cermin.

Jika penyebab utamanya adalah lemak submental, pendekatan yang menargetkan adipose tissue dapat dipertimbangkan. Namun jika masalah lebih banyak berasal dari skin laxity, treatment untuk tightening atau tissue support mungkin lebih relevan. atau proyeksi dagu atau struktur lower face ikut memengaruhi profil, dokter juga perlu mempertimbangkan facial proportion secara keseluruhan.

Review terbaru mengenai area submental dan leher menegaskan bahwa aging di area ini dapat melibatkan fat redistribution, skin quality, platysmal laxity, dan perubahan struktur, sehingga treatment perlu disesuaikan dengan anatomi masing-masing pasien.

Jadi, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya:

“Bagaimana cara menghilangkan double chin?”

tetapi:

“Apa yang membuat area bawah dagu saya terlihat penuh?”


Apa Itu Double Chin?

Double chin adalah istilah populer untuk tampilan fullness atau lipatan pada area di bawah dagu.

Secara medis, salah satu penyebab yang paling umum adalah submental fat, yaitu jaringan lemak yang berada pada area bawah dagu.

Namun, tidak setiap double chin identik dengan kelebihan lemak.

Area antara dagu dan leher mempunyai anatomi yang cukup kompleks, termasuk:

  • kulit
  • jaringan lemak
  • otot platysma
  • jaringan penyangga
  • mandibula
  • chin projection
  • dan struktur leher

Karena beberapa komponen tersebut dapat berubah seiring usia, orang dengan berat badan ideal pun tetap dapat mempunyai double chin.


Apa Penyebab Double Chin?

1. Lemak Submental

Penumpukan jaringan lemak di bawah dagu merupakan salah satu penyebab utama submental fullness.

Lemak tersebut dapat dipengaruhi oleh:

  • faktor genetik,
  • perubahan berat badan,
  • distribusi lemak tubuh,
  • dan karakter anatomi masing-masing orang.

Review mengenai submental fullness menjelaskan bahwa akumulasi lemak preplatysmal merupakan salah satu penyebab utama fullness di bawah dagu.

Tetapi lemak bukan satu-satunya penyebab.

2. Faktor Genetik

Sebagian orang secara alami mempunyai kecenderungan menyimpan lebih banyak jaringan lemak di area bawah dagu.

Karena itu, double chin dapat tetap terlihat walaupun berat badan tidak berlebih.

Hal ini juga menjelaskan mengapa olahraga dan diet tidak selalu dapat mengubah bentuk area submental secara spesifik.

3. Kulit Mulai Kendur

Skin laxity dapat membuat batas antara dagu, jawline, dan leher terlihat kurang tegas.

Seiring proses aging, collagen dan elastic fibers pada kulit mengalami berbagai perubahan sehingga firmness jaringan dapat menurun.

Jika masalah utamanya adalah laxity, treatment yang hanya mengurangi lemak belum tentu menghasilkan kontur yang diharapkan.

4. Perubahan Struktur Wajah

Bentuk dagu dan mandibula juga memengaruhi bagaimana area bawah dagu terlihat dari samping.

Pada orang dengan chin projection yang relatif kecil, transisi antara dagu dan leher dapat terlihat kurang terdefinisi.

Ini tidak berarti setiap double chin membutuhkan filler dagu.

Dokter perlu melihat facial profile secara keseluruhan.

5. Perubahan Akibat Aging

Aging area leher dan lower face dapat melibatkan:

  • skin laxity,
  • redistribusi jaringan lemak,
  • perubahan otot platysma,
  • perubahan volume,
  • dan structural remodeling.

Karena itulah double chin pada usia 25 tahun belum tentu mempunyai penyebab yang sama dengan fullness pada usia 45 tahun.


Apakah Double Chin Bisa Hilang dengan Diet?

Jika fullness disebabkan oleh peningkatan lemak tubuh secara umum, weight management dapat membantu mengurangi jumlah lemak tubuh.

Namun, tubuh tidak dapat memilih satu area tertentu untuk kehilangan lemak terlebih dahulu.

Distribusi lemak juga dipengaruhi faktor genetik.

Karena itu, seseorang bisa sudah mengalami penurunan berat badan tetapi area bawah dagu masih terlihat penuh.

Sebaliknya, pada pasien dengan skin laxity atau struktur dagu tertentu, penurunan berat badan bahkan belum tentu menyelesaikan concern karena penyebab utamanya bukan hanya lemak.


Apakah Senam Wajah Bisa Menghilangkan Double Chin?

Evidence untuk klaim bahwa gerakan wajah atau leher tertentu dapat secara spesifik menghilangkan lemak submental masih terbatas.

Otot dan lemak merupakan jaringan yang berbeda.

Mengaktifkan otot leher tidak berarti secara otomatis terjadi pengurangan jaringan lemak hanya di area tersebut.

Karena itu, klaim seperti:

“Lakukan latihan ini 5 menit sehari dan double chin pasti hilang”

sebaiknya dilihat dengan hati-hati.


Treatment Double Chin Tanpa Operasi

Treatment sebaiknya dipilih berdasarkan penyebab.

Secara umum, pendekatannya dapat dibagi menjadi:

Fat reduction → Skin tightening → Tissue lifting/support → Structural contouring.

Tidak setiap pasien membutuhkan keempatnya.


1. Treatment yang Menargetkan Lemak Submental

Jika evaluasi menunjukkan bahwa lemak submental merupakan komponen utama, dokter dapat mempertimbangkan treatment yang memang ditujukan untuk adipose tissue.

Dalam aesthetic medicine terdapat beberapa teknologi dan pendekatan non-surgical untuk localized subcutaneous fat.

Review evidence menemukan cryolipolysis, ultrasound, radiofrequency, dan laser telah digunakan untuk non-invasive fat reduction pada berbagai area.

Untuk submental fat secara khusus, systematic review dan meta-analysis 2025 menemukan cryolipolysis menghasilkan penurunan terukur pada ketebalan dan volume lemak di bawah dagu pada studi yang dianalisis, dengan efek samping yang umumnya sementara.

Namun, teknologi yang tersedia dapat berbeda di setiap klinik.


2. Meso Double Chin

Insta Beauty Center mencantumkan Meso Double Chin sebagai salah satu treatment untuk concern lemak di bawah dagu.

Karena istilah mesotherapy dapat mencakup formulasi yang berbeda, pasien sebaiknya menanyakan kepada dokter:

  • bahan yang digunakan,
  • cara kerja produk,
  • indikasi,
  • jumlah sesi,
  • efek samping,
  • serta status produk yang digunakan.

Jangan mengasumsikan semua “fat dissolving injection” mempunyai bahan, evidence, ataupun profil keamanan yang sama.

Dalam literature internasional, salah satu injectable yang banyak diteliti untuk submental fat adalah deoxycholic acid, tetapi produk dan formulasi tertentu tidak boleh disamakan begitu saja dengan semua treatment mesotherapy. Clinical trials deoxycholic acid menunjukkan kemampuan mengurangi submental fat pada pasien yang sesuai, tetapi tetap mempunyai efek samping dan membutuhkan patient selection.


3. HIFU untuk Double Chin

Jika terdapat komponen skin laxity pada area bawah dagu, HIFU atau microfocused ultrasound dapat menjadi salah satu treatment yang dipertimbangkan.

Energi ultrasound difokuskan pada kedalaman tertentu untuk menghasilkan thermal response yang berhubungan dengan collagen remodeling.

IBC menyediakan treatment HIFU dan memasukkan area double chin, jawline, serta neck tightening sebagai beberapa penggunaannya.

Systematic review mengenai microfocused ultrasound untuk facial tightening menemukan adanya perbaikan pada beberapa parameter facial dan submental tightening. Namun, meta-analysis terbaru 2025 juga menekankan bahwa evidence masih heterogen dan penelitian berkualitas lebih tinggi tetap dibutuhkan.

Artinya:

HIFU dapat membantu pada pasien tertentu, tetapi tidak boleh dijanjikan sebagai “penghilang double chin” universal.

Jika volume lemak cukup besar, skin tightening saja mungkin tidak cukup.


4. Tarik Benang untuk Area Bawah Dagu

Thread lift mempunyai fungsi yang berbeda dengan treatment fat reduction.

Benang dapat digunakan untuk memberikan mechanical tissue support dan repositioning pada pasien dengan laxity tertentu.

IBC menyediakan V-Shape Threadlift dan juga membahas penggunaan tarik benang untuk concern lower face serta area double chin.

Namun, penting untuk meluruskan satu hal:

Tarik benang bukan treatment utama untuk menghancurkan jaringan lemak.

Jika fullness berasal terutama dari lemak submental, treatment untuk fat reduction mungkin perlu dipertimbangkan terlebih dahulu atau sebagai bagian dari kombinasi.

Sebaliknya, jika concern dominannya adalah kulit atau jaringan yang mulai turun, thread lift dapat mempunyai peran berbeda.

Thread lift juga bukan prosedur tanpa risiko. Meta-analysis terbaru 2026 melaporkan efek seperti swelling, bruising, palpable threads, dan dimpling, sementara komplikasi lain dapat terjadi meskipun lebih jarang.


5. Filler Dagu untuk Double Chin, Apakah Bisa?

Filler tidak menghilangkan lemak submental.

Namun, pada pasien tertentu, chin projection dapat memengaruhi bagaimana lower-face profile terlihat.

Jika dagu relatif retruded atau kurang projected, dokter dapat menilai apakah structural support pada chin membantu memperbaiki facial proportion.

Ini merupakan optical dan structural contouring, bukan fat reduction.

Karena itu:

filler dagu ≠ treatment penghancur double chin.

Penggunaan filler juga tetap mempunyai risiko dan memerlukan pemahaman anatomi serta evaluasi dokter.


Double Chin karena Lemak vs Kulit Kendur: Bagaimana Membedakannya?

Secara sederhana:

Faktor Dominan Ciri Umum Pendekatan yang Dapat Dipertimbangkan
Lemak submental Area terasa lebih penuh Fat-reduction treatment
Skin laxity Kulit/jaringan terlihat turun HIFU atau tightening sesuai indikasi
Tissue descent Kontur lower face mulai turun Thread lift pada pasien tertentu
Chin projection Profil dagu kurang projected Structural assessment/filler pada indikasi
Mixed concern Lemak + laxity + struktur Combination treatment

Tabel tersebut bukan alat diagnosis.

Fullness yang terlihat sama dari luar dapat berasal dari anatomi yang berbeda.


Apakah Double Chin Bisa Ditreatment dengan Kombinasi?

Pada pasien tertentu, ya.

Misalnya:

Concern: bawah dagu terlihat penuh.

Assessment menemukan:

  • localized fat,
  • skin laxity ringan,
  • jawline kurang defined.

Dokter dapat memprioritaskan penyebab dominan terlebih dahulu lalu mengevaluasi kebutuhan treatment lain.

Tetapi combination treatment tidak berarti semuanya harus dilakukan sekaligus.

Strategi yang lebih rasional adalah:

treatment yang dibutuhkan → evaluasi respons → baru pertimbangkan treatment tambahan.


Berapa Kali Treatment Double Chin Dibutuhkan?

Tidak ada angka sesi yang berlaku untuk semua treatment atau semua pasien.

Jumlah treatment bergantung pada:

  • penyebab double chin,
  • jumlah jaringan lemak,
  • tingkat laxity,
  • teknologi atau prosedur,
  • respons individu,
  • serta target hasil.

Treatment non-surgical juga mempunyai keterbatasan.

Untuk fullness atau skin laxity yang berat, prosedur non-surgical mungkin tidak mampu menghasilkan perubahan setara operasi.

Ekspektasi perlu dibicarakan saat konsultasi.


Efek Samping Treatment Double Chin

Profil risiko berbeda berdasarkan treatment.

Possible effects dapat mencakup:

  • swelling,
  • bruising,
  • tenderness,
  • rasa tidak nyaman,
  • perubahan sensasi sementara.

Treatment injeksi, HIFU, dan thread lift juga mempunyai risiko masing-masing.

Karena area submental mempunyai struktur saraf, pembuluh darah, otot, dan kelenjar di sekitarnya, pemahaman anatomi sangat penting dalam treatment area ini.


Treatment Double Chin di Insta Beauty Center

Untuk concern double chin, Insta Beauty Center memiliki beberapa treatment yang dapat masuk dalam treatment planning sesuai penyebab, antara lain:

  • Meso Double Chin, untuk concern lemak submental sesuai evaluasi dokter;
  • HIFU, terutama bila terdapat komponen tightening;
  • V-Shape / Thread Lift, jika tissue laxity dan repositioning menjadi concern;
  • treatment face contouring lain bila struktur lower face ikut berperan.

Pemilihannya sebaiknya tidak mengikuti formula:

Double chin = satu treatment tertentu.

Pendekatan yang lebih tepat adalah:

Fullness → Fat / Skin / Structure → Assessment → Treatment.

Untuk Face Contouring bersama dr. Rudy Adiputra, MARS, M. Biomed (AAM), M.H., konsultasi dapat dilakukan di Insta Beauty Center Senopati.

IBC juga memiliki cabang Pasar Baru, Gading Serpong, PIK, dan Pakubuwono.


Kesimpulan

Double chin tidak selalu berarti seseorang mengalami kelebihan berat badan.

Tampilannya dapat berasal dari:

  • lemak submental,
  • skin laxity,
  • tissue descent,
  • facial structure,
  • atau kombinasi beberapa faktor.

Karena itu, treatment non-bedah dapat berbeda untuk setiap pasien.

Treatment yang menargetkan lemak dapat dipertimbangkan bila submental fat dominan. HIFU dapat mempunyai peran ketika tightening dibutuhkan. Thread lift dapat membantu repositioning pada laxity tertentu, sedangkan filler dapat dipertimbangkan ketika facial structure ikut memengaruhi profil.

Jadi sebelum bertanya:

“Treatment double chin terbaik apa?”

pertanyaan yang lebih berguna adalah:

“Double chin saya terutama disebabkan oleh lemak, kulit kendur, atau struktur wajah?”

Jawaban tersebut menentukan arah treatment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *