Double chin atau submental fullness tidak selalu disebabkan berat badan.
Penumpukan lemak, genetic fat distribution, skin laxity, platysmal changes, chin projection, dan
aging lower face dapat saling berkontribusi.
Karena itu, treatment sebaiknya dibagi menjadi fat reduction, skin tightening, tissue support, dan
structural contouring. Tidak setiap pasien membutuhkan semuanya.
Lemak submental
Localized submental fat dapat terjadi bahkan pada orang dengan berat badan ideal. Weight loss
dapat membantu jika terdapat overall excess adiposity, tetapi spot reduction spesifik tidak dapat
dijanjikan.
Treatment yang benar-benar menargetkan adipose tissue harus dibedakan dari lifting atau filler.
Skin laxity dan aging
Jika kulit dan jaringan mulai loose, hanya mengurangi fat belum tentu menghasilkan contour yang
diinginkan. Energy-based tightening atau tissue support dapat dipertimbangkan sesuai indikasi.
Pada laxity berat, prosedur non-surgical mempunyai keterbatasan dibanding operasi. Treatment Double Chin
HIFU
HIFU atau microfocused ultrasound menghasilkan thermal response pada tissue depth tertentu dan
dapat membantu tightening pada pasien terpilih.
HIFU tidak boleh dipromosikan sebagai penghilang double chin universal karena fullness yang
dominan fat membutuhkan strategi berbeda.
Thread lift
Thread lift terutama memberikan mechanical support/repositioning. Benang bukan treatment
utama untuk menghancurkan lemak.
Jika submental fat dominan, fat-targeting strategy perlu dipertimbangkan terpisah.
Filler dagu
Filler tidak menghilangkan fat. Namun, chin projection dapat memengaruhi neck-chin transition
dan visual profile.
Pada pasien dengan retruded chin, structural correction dapat memperbaiki proportion tanpa
mengklaim mengurangi lemak.
Combination treatment
Jika terdapat fat + mild laxity + structural issue, treatment dapat disusun bertahap. Prioritaskan root
cause lalu evaluasi respons.
Combination tidak berarti melakukan semua prosedur sekaligus.
Kesimpulan
Inti artikel ini adalah bahwa treatment double chin tidak sebaiknya dipahami sebagai keputusan
treatment yang berdiri sendiri. Pendekatan IBC perlu tetap mengikuti Concern -> Possible Cause ->
Assessment -> Treatment Option, dengan fokus pada Natural Look, Facial Harmony, Personalized
Treatment, dan hasil yang realistis.
Hasil treatment dapat berbeda pada setiap pasien. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak
menggantikan konsultasi serta pemeriksaan dokter.