Treatment acne scar tidak bisa disamaratakan karena setiap jenis bopeng memiliki struktur yang berbeda. Ice pick scar berbentuk sempit dan dalam, boxcar scar cenderung berupa cekungan dengan batas yang lebih tegas, sedangkan rolling scar mempunyai permukaan bergelombang akibat tarikan jaringan di bawah kulit.
Karena itu, treatment yang efektif untuk satu tipe scar belum tentu memberikan hasil yang sama pada tipe lain.
Pilihan treatment acne scar dapat mencakup microneedling, laser atau energy-based treatment, chemical reconstruction/peeling, subcision, filler pada kondisi tertentu, maupun kombinasi beberapa metode. Systematic review terbaru terhadap 56 randomized controlled trials juga menunjukkan bahwa kombinasi treatment sering memberikan hasil lebih baik dibandingkan monoterapi pada atrophic acne scar sedang hingga berat.
Tujuan treatment bukan selalu membuat kulit “100% kembali seperti sebelum berjerawat”, tetapi membantu memperbaiki kedalaman scar, tekstur, dan tampilan kulit secara realistis sesuai karakter scar masing-masing pasien.
Apa Itu Acne Scar atau Bopeng?
Acne scar adalah perubahan permanen pada struktur kulit yang terbentuk setelah proses inflamasi jerawat menyebabkan kerusakan jaringan dan proses penyembuhan yang tidak sempurna.
Acne scar secara umum dapat dibagi menjadi:
- atrophic scar, berupa cekungan pada kulit;
- hypertrophic scar, berupa jaringan parut yang meninggi;
- keloid, jaringan parut berlebih yang dapat tumbuh melampaui area luka awal.
Pada wajah, jenis yang paling sering disebut sebagai bopeng adalah atrophic acne scar.
Atrophic acne scar kemudian dibagi menjadi tiga bentuk utama:
ice pick, boxcar, dan rolling scar.
Menentukan jenis scar ini penting karena struktur kerusakannya berbeda.
Bopeng Tidak Sama dengan Noda Bekas Jerawat
Sebelum memilih treatment, penting membedakan acne scar dengan bekas warna setelah jerawat.
Jerawat dapat meninggalkan:
Post-Inflammatory Hyperpigmentation
Bekas berwarna cokelat atau kehitaman setelah peradangan.
Post-Inflammatory Erythema
Bekas kemerahan atau kemerahan-keunguan setelah jerawat.
Atrophic Acne Scar
Perubahan struktur kulit berupa cekungan.
Seseorang dapat mempunyai ketiganya sekaligus.
Karena itu, treatment untuk noda hitam tidak otomatis efektif untuk bopeng, dan treatment untuk bopeng tidak selalu menjadi pilihan utama jika concern pasien sebenarnya adalah pigmentasi.
3 Jenis Bopeng yang Perlu Dikenali
1. Ice Pick Scar
Ice pick scar tampak seperti lubang kecil dengan bukaan sempit tetapi masuk cukup dalam ke kulit.
Secara visual bentuknya menyerupai tusukan benda tajam.
Karena scar dapat menjalar cukup dalam, treatment yang hanya bekerja superfisial belum tentu menghasilkan perubahan yang optimal.
Pendekatan yang dapat dipertimbangkan dokter antara lain teknik chemical reconstruction seperti TCA CROSS pada pasien yang sesuai atau prosedur scar-directed lainnya.
Tidak semua klinik menyediakan seluruh metode tersebut, dan jenis treatment tetap perlu disesuaikan dengan kedalaman serta karakter scar.
2. Boxcar Scar
Boxcar scar biasanya berbentuk cekungan bulat atau oval dengan batas yang relatif tegas.
Kedalamannya dapat bervariasi.
Scar yang lebih dangkal dapat merespons treatment resurfacing atau collagen-remodeling tertentu, sedangkan boxcar yang lebih dalam mungkin membutuhkan pendekatan berbeda.
Pilihan treatment yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- microneedling
- fractional energy-based treatment
- laser resurfacing tertentu
- scar-directed procedure
- kombinasi treatment
3. Rolling Scar
Rolling scar mempunyai tepi lebih landai sehingga membuat kulit terlihat bergelombang.
Pada sebagian rolling scar terdapat fibrous tethering, yaitu jaringan fibrosa di bawah scar yang menarik permukaan kulit ke bawah.
Pada kondisi tersebut, hanya melakukan resurfacing dari permukaan belum tentu cukup.
Subcision merupakan salah satu prosedur yang telah diteliti untuk melepaskan jaringan fibrosa pada atrophic acne scars tertentu. Review clinical trials menunjukkan subcision dapat membantu acne scar dan sering digunakan sebagai bagian dari combination treatment.
Treatment Acne Scar Berdasarkan Jenis Bopeng
Secara sederhana:
| Jenis Acne Scar | Karakter | Treatment yang Dapat Dipertimbangkan |
|---|---|---|
| Ice pick | Sempit dan dalam | Scar-directed chemical treatment seperti TCA CROSS pada pasien tertentu |
| Boxcar dangkal | Cekungan dengan tepi jelas | Microneedling, fractional treatment, laser tertentu |
| Boxcar dalam | Cekungan lebih dalam | Combination treatment sesuai assessment |
| Rolling | Bergelombang, dapat disertai tethering | Subcision pada indikasi tertentu + resurfacing/microneedling |
| Mixed scars | Kombinasi beberapa tipe | Combination treatment |
Tabel tersebut bukan resep treatment.
Sebagian besar pasien tidak datang dengan hanya satu jenis scar.
Misalnya satu pipi dapat mempunyai:
ice pick + rolling + boxcar + pigmentasi sekaligus.
Karena itu, dokter dapat menyusun treatment bertahap berdasarkan scar yang paling dominan.
1. Microneedling atau Dermaroller untuk Acne Scar
Microneedling bekerja dengan membuat mikrotrauma terkontrol pada kulit untuk memicu proses wound healing dan remodeling kolagen.
Systematic review terhadap microneedling untuk acne scar menemukan perbaikan pada tampilan atrophic scars di berbagai penelitian, baik sebagai treatment tunggal maupun kombinasi.
Microneedling dapat dipertimbangkan terutama untuk:
- atrophic acne scar tertentu
- tekstur kulit tidak rata
- scar yang relatif lebih dangkal
- kombinasi dengan treatment lain pada pasien yang sesuai
Namun, microneedling bukan berarti semua scar dapat “terisi kembali” hanya dengan beberapa kali tindakan.
Hasil dipengaruhi oleh tipe dan kedalaman scar, kedalaman treatment, jumlah sesi, respons kolagen, serta kondisi kulit.
Insta Beauty Center menyediakan Dermaroller/microneedling sebagai salah satu treatment untuk membantu memperbaiki tekstur dan bekas jerawat sesuai evaluasi dokter.
2. Laser untuk Acne Scar
Laser dan energy-based devices merupakan kelompok treatment lain yang banyak digunakan untuk atrophic acne scar.
Tujuan treatment dapat berbeda berdasarkan teknologinya. Beberapa perangkat digunakan untuk membantu remodeling kolagen dan tekstur, sedangkan laser lain lebih berorientasi pada masalah pigmentasi.
Karena itu, istilah:
“laser untuk bekas jerawat”
sebenarnya masih terlalu luas.
Dokter perlu menentukan apakah concern pasien adalah:
- scar berbentuk cekungan
- noda hitam
- kemerahan
- pori dan tekstur
- atau kombinasi beberapa kondisi
Network meta-analysis 2026 menemukan bahwa beberapa combination therapy berbasis fractional CO₂ laser memberikan hasil yang konsisten pada moderate-to-severe atrophic acne scars, meskipun pilihan treatment tetap perlu mempertimbangkan scar type, skin phototype, downtime, pain, serta risiko efek samping.
IBC memiliki beberapa treatment berbasis laser seperti Pico Laser dan Insta Quanta, tetapi jenis teknologi dan setting tetap perlu disesuaikan dengan concern kulit setelah pemeriksaan dokter.
Tidak semua laser memiliki fungsi yang sama.
3. Subcision untuk Rolling Scar
Pada rolling scars tertentu, permukaan kulit dapat tertarik oleh fibrous bands di bawahnya.
Dalam kondisi tersebut, dokter dapat mempertimbangkan subcision, yaitu prosedur untuk membantu melepaskan jaringan yang menarik scar ke bawah.
Subcision tidak otomatis dibutuhkan untuk semua acne scar.
Treatment ini terutama relevan ketika terdapat tethering yang sesuai.
Setelah jaringan dilepaskan, dokter juga dapat mempertimbangkan treatment tambahan untuk remodeling permukaan atau kolagen.
Inilah salah satu contoh mengapa combination treatment dapat lebih rasional daripada menggunakan satu treatment untuk seluruh jenis bopeng.
4. Chemical Treatment untuk Acne Scar
Chemical peeling dan scar-directed chemical reconstruction mempunyai fungsi yang berbeda.
Ini bekerja lebih superfisial dapat membantu:
- tekstur tertentu
- acne-prone skin
- pigmentasi setelah jerawat
- superficial irregularities
Sementara teknik seperti TCA CROSS merupakan pendekatan yang lebih spesifik dan telah digunakan terutama pada ice pick scars tertentu.
Karena konsentrasi, kedalaman, dan indikasinya berbeda, chemical treatment sebaiknya tidak dilakukan sendiri menggunakan asam dengan konsentrasi tinggi.
Risikonya dapat mencakup:
- iritasi
- chemical burn
- post-inflammatory hyperpigmentation
- scar
Pemilihan chemical treatment perlu mempertimbangkan kondisi dan skin phototype pasien.
5. Filler untuk Acne Scar, Apakah Bisa?
Pada depressed scar tertentu, filler dapat dipertimbangkan untuk memberikan support pada jaringan yang mengalami cekungan.
Systematic review acne scar juga memasukkan dermal filler sebagai salah satu modalitas yang telah diteliti untuk atrophic scars.
Namun, filler bukan solusi untuk setiap bopeng.
Scar yang sangat sempit, tethered, atau memiliki pola berbeda dapat membutuhkan pendekatan lain.
Karena itu, filler seharusnya digunakan berdasarkan anatomi scar, bukan hanya karena terlihat ada “lubang” pada kulit.
Kenapa Combination Treatment Sering Dibutuhkan?
Acne scar merupakan salah satu kondisi yang sulit karena banyak pasien mempunyai beberapa tipe scar sekaligus.
Systematic review dan network meta-analysis terbaru terhadap 1.488 pasien menemukan bahwa combination therapies secara umum menunjukkan hasil lebih baik dibandingkan monotherapy untuk moderate-to-severe atrophic acne scars.
Contohnya, seorang pasien dapat mempunyai:
Rolling scar
→ membutuhkan evaluasi tethering.
Boxcar scar
→ membutuhkan remodeling permukaan.
Post-inflammatory hyperpigmentation
→ membutuhkan pendekatan pigmentasi.
Jika hanya satu treatment diberikan untuk seluruh kondisi tersebut, hasilnya mungkin tidak optimal.
Apakah Jerawat Aktif Harus Diatasi Dulu?
Pada pasien yang masih mengalami jerawat aktif, mengontrol acne tetap menjadi bagian penting dari treatment plan.
Alasannya sederhana:
Jika scar lama sedang diperbaiki tetapi jerawat inflamasi baru terus muncul, scar baru juga dapat terbentuk.
Dokter dapat menilai:
- tingkat aktivitas acne
- tipe jerawat
- kondisi skin barrier
- medication/skincare yang digunakan
- kecenderungan pigmentasi
- scar yang sudah terbentuk
Treatment scar kemudian dapat direncanakan dengan mempertimbangkan kondisi tersebut.
Berapa Kali Treatment Acne Scar Dibutuhkan?
Tidak ada angka yang berlaku untuk semua pasien.
Jumlah sesi dipengaruhi:
- jenis scar
- kedalaman scar
- luas area
- metode treatment
- respons penyembuhan
- skin phototype
- downtime yang dapat diterima
- serta target hasil
Microneedling, laser, maupun combination treatment umumnya dinilai sebagai proses bertahap, bukan prosedur sekali treatment yang menjamin bopeng hilang.
Systematic review menunjukkan hasil antar-treatment dan antar-pasien cukup bervariasi.
Karena itu, target yang realistis adalah improvement, bukan menjanjikan kulit kembali 100% seperti sebelum terbentuk scar.
Apa Efek Samping Treatment Acne Scar?
Efek samping bergantung pada metode yang digunakan.
Keluhan sementara dapat berupa:
- kemerahan
- bengkak
- rasa perih atau sensitif
- peeling
- crusting pada treatment tertentu
- perubahan pigmentasi
Salah satu pertimbangan penting pada kulit Asia adalah risiko post-inflammatory hyperpigmentation atau PIH, terutama setelah prosedur yang menimbulkan inflamasi.
Risiko dapat dipengaruhi energi treatment, kedalaman, kondisi kulit, paparan matahari, dan aftercare.
Karena itu, memilih treatment paling agresif tidak otomatis memberikan strategi terbaik.
Aftercare Setelah Treatment Acne Scar
Aftercare harus mengikuti prosedur yang dilakukan dan instruksi dokter.
Secara umum, pasien mungkin dianjurkan untuk:
- menggunakan sunscreen secara konsisten
- menghindari mengelupas kulit secara paksa
- menghindari active skincare tertentu sementara jika diminta dokter
- menjaga kebersihan area treatment
- menggunakan moisturizer sesuai rekomendasi
- menghindari paparan matahari berlebihan
Jangan langsung menggunakan exfoliating acid atau retinoid setelah prosedur tanpa mengetahui kapan produk tersebut aman digunakan kembali.
Treatment Acne Scar di Insta Beauty Center
Insta Beauty Center menyediakan beberapa treatment yang dapat masuk dalam skin-quality dan acne-scar management pada pasien yang sesuai, termasuk Dermaroller/microneedling serta treatment laser.
Namun, treatment sebaiknya tidak dipilih hanya berdasarkan nama teknologi.
Dokter perlu mengevaluasi:
jenis scar → kedalaman → aktivitas jerawat → pigmentasi → skin quality → skin phototype → treatment history.
Pada pasien dengan mixed scars, treatment plan dapat dilakukan secara bertahap.
IBC menggunakan pendekatan Personalized Treatment, sehingga fokusnya bukan menjanjikan satu treatment dapat menghilangkan seluruh bopeng, melainkan memilih strategi sesuai kondisi kulit masing-masing pasien.
Konsultasi tersedia di Insta Beauty Center Pasar Baru, Gading Serpong, PIK, Senopati, dan Pakubuwono.
Kesimpulan
Tidak ada satu treatment acne scar terbaik untuk semua jenis bopeng.
Ice pick, boxcar, dan rolling scar memiliki struktur berbeda sehingga membutuhkan pendekatan berbeda.
Microneedling dapat membantu remodeling beberapa jenis atrophic scar. Laser atau energy-based treatment dapat digunakan untuk indikasi tertentu. Rolling scar dengan tethering mungkin membutuhkan subcision, sedangkan ice pick scar dapat membutuhkan scar-directed treatment.
Pada mixed scars, kombinasi treatment sering menjadi pilihan yang lebih rasional.
Jadi sebelum bertanya:
“Treatment bopeng apa yang paling bagus?”
lebih tepat bertanya:
“Jenis acne scar saya apa dan struktur mana yang perlu diperbaiki terlebih dahulu?”
Jawabannya memerlukan evaluasi dokter.